Manusia bereproduksi untuk menghasilkan keturunan dan mempertahankan keberadaannya di muka bumi ini. Nah, reproduksi ini dijalankan dan diatur oleh sistem reproduksi manusia. Sistem reproduksi manusia terdiri dari dua macam yakni sistem reproduksi pada wanita dan sistem reproduksi para pria.

Gangguan yang terjadi pada sistem reproduksi tentunya dapat menghambat dan bahkan menggagalkan proses reproduksi. Berbagai macam bakteri dan virus dapat menyerang sistem reproduksi manusia, mulai dari penyakit yang ringan hingga penyakit-penyakit berat yang berujung pada kematian.

Lantas penyakit apa saja yang dapat menyerang sistem reproduksi manusia? Dan bagaimana pula pencegahannya? Nah, untuk menambah pengetahuan Anda seputar penyakit sistem reproduksi manusia dan langkah pencegahannya, simak ulasannya di bawah ini.

 

Penyakit Sistem Reproduksi Manusia

Sistem reproduksi manusia juga memiliki resiko terkena berbagai penyakit. Penyakit pada sistem reproduksi ini bisa menghambat proses reproduksi dan bahkan bisa menyebabkan kemandulan. Beberapa penyakit pada sistem reproduksi manusia juga membawa kelainan pada janin yang dikandung. Lantas apa saja penyakit pada sistem reproduksi manusia? Yuk, simak beberapa penyakit sistem reproduksi pada manusia berikut ini.

 

Sifilis

Penyakit ini ditandai dengan timbunya rasa sakit pada mulut, alat kelamin dan anus sekitar 3 minggu hingga 12 minggu sesudah terinfeksi bakteri Treponema Pallidum. Infeksi ini terjadi akibat berhubungan seks oral, anal atau vaginal dengan orang yang telah terinfeksi sifilis. Rasa sakit ini akan menghilang setelah satu atau dua minggu tetapi bukan berarti bakteri telah sirna. Bakteri tetap hidup di dalam tubuh.

Kelak sekitar 6 bulan hingga 12 bulan kemudian, muncul kembali tanda-tanda infeksi sifilis. Penderita akan mendapati ruam pada wajah, kaki, telapak tangan dan beberapa bagian tubuh lainnya. Rambut alis dan kepala pun akan mengalami kerontokan. Kurang lebih dua tahun kemudian, bakteri pun mulai merusak sistem darah, otak dan saraf penderita.

Pada kaum wanita, penyakit sifilis ini juga bisa menginfeksi janin yang sedang dikandungnya. Akibatnya janin pun akan terinfeksi dan menyebabkan cacat bawaan.

Penyakit sifilis dapat disembuhkan dengan melakukan pengobatan secepatnya ketika tanda-tanda pertama muncul. Sayangnya, tidak semua orang yang terjangkit sifilis menyadari bahwa mereka telah terinfeksi sehingga pengobatan pun terlambat dilakukan. Untuk itu bagi orang-orang yang beresiko terinfeksi penyakit ini disarankan untuk memeriksakan diri secara berkala.

Beberapa obat yang diberikan kepada penderita sifilis antara lain dengan memberikan suntikan procaine penisilin atau dengan pemberian kapsul azithromycin.

 

Herpes Genital

Penyakit ini ditandai dengan rasa kesemutan, gatal dan sakit pada hari ke-4 hingga hari ke-7 sesudah seseorang terinfeksi. Kemudian muncul bercak-bercak yang berwarna kemerahan berukuran kecil dan lepuhan-lepuhan berukuran kecil yang memunculkan rasa nyeri. Bila lepuhan-lepuhan ini pecah, maka akan terbentuk luka berukuran cukup besar. Lepuhan-lepuhan dan luka juga bisa muncul pada alat kelamin pria atau wanita.

Penyakit herpes genital ini disebabkan oleh virus jahat bernama herpes simpleks yang lagi-lagi disebarkan melalui hubungan seksual. Orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami gangguan pada kulit dan orgam reproduksi. Pada kaum wanita, virus ini bisa menyebabkan kanker rahim.

Begitu mengerikannya akibat yang muncul bila terinfeksi virus ini, sayangnya hingga saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat membunuh virus herpes simpleks. Pengobatan yang dilakukan hanyalah untuk memperpendek masa serang virus, mengurangi kemungkinan penularan kepada orang lain dan meringankan gejala awal yang muncul. Wanita hamil yang terinfeksi virus ini akan membuka peluang bagi janin untuk terinfeksi pula.

 

AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)

Penyakit ini sudah sangat populer beberapa tahun terakhir. Kampanye untuk mengurangi jumlah penderita AIDS pun gencar dilakukan di berbagai belahan dunia. AIDS disebabkan oleh HIV (Human Immunodeficiency Virus). Ada dua jenis HIV yang dapat menginfeksi manusia yakni HIV-1 dan HIV-2. HIV-1 banyak ditemukan di Eropa, Asia, Afrika Selatan dan juga Afrika Tengah. Sedangkan HIV-2 ditemukan di Afrika Barat.

Tubuh yang terinfeksi HIV dapat ditandai dengan tiga tanda utama yakni serangan diare lebih dari satu bulan, hilangnya 10% berat badan tanpa tahu sebabnya hanya dalam jangka waktu satu bulan, dan demam secara terus menerus atau tidak terus menerus selama lebih dari satu bulan.

Selain tiga tanda utama tersebut, masih ada lima gejala minor yakni pada kelenjar leher, selangkangan atau ketiak terjadi pembengkakan, batuk kering yang tidak kunjung sembuh, keadaan mirip cacar air yang tidak cepat sembuh, gatal-gatal di seluruh tubuh, munculnya ruam-ruam pada lidah, tenggorokan dan mulut.

Seseorang yang mengalami dua tanda utama di atas dan ditambah dengan salah satu gejala minor hampir bisa dipastikan telah terinfeksi virus HIV. Infeksi tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak. Sebab virus ini tidak hanya dapat tersebar melalui hubungan seksual dengan penderita AIDS tetapi juga melalui suntikan atau transfusi darah dan penularan wanita hamil yang telah terinfeksi virus ini kepada janin dalam kandungannya.

Sama seperti penyakit herpes genital, pengobatan pada penderita AIDS hanya dapat dilakukan untuk mencegah virus berkembang dan memperlambat serangan penyakit. Beragam penemuan obat hingga saat ini telah membuat para penderita AIDS bisa bertahan hidup lebih lama meskipun penyakit ini belum dapat disembuhkan.

 

Keputihan (Fluor Albus)

Penyakit ini ditandai dengan keluarnya cairan yang bukan darah dari organ reproduksi wanita. Cairan tersebut memiliki ciri-ciri berwarna putih keruh dan ada pula yang berwarna kekuning-kuningan, mengeluarkan bau yang tidak sedap, bergumpal atau pekat, jumlahnya pun cukup banyak dan menimbulkan rasa gatal ada vagina.

Penyebab penyakit keputihan ini cukup beragam, mulai dari kelelahan yang luar biasa, kanker, parasit bernama Trichomonas Vaginalis hingga infeksi kencing nanah. Karena itu untuk menentukan penyebab penyakit ini dengan tepat diperlukan pemeriksaan oleh dokter sehingga dapat dilakukan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebabnya.

Nah sebenarnya sebagian besar kaum wanita pernah terjangkit penyakit ini. Sayangnya sebagian besar kaum wanita menganggap hal ini sebagai suatu hal yang wajar-wajar saja. Padahal penyakit keputihan yang tidak diobati dengan baik dapat menyebabkan peradangan pada vagina, saluran kemih dan panggul, memicu kemandulan, bayi lahir prematur, dan menjadi media terjangkitnya HIV.

Pencegahan Penyakit Sistem Reproduksi Manusia

Penyakit pada sistem reproduksi manusia tentu berkaitan dengan aktivitas reproduksi yang dilakukan oleh manusia. Walaupun tidak menutup kemungkinan, penyakit-penyakit sistem reproduksi manusia juga bisa tersebar melalui transfusi darah, suntik dan penularan ibu kepada janinnya.

Nah, begitu mengerikannya akibat yang timbul akibat penyakit-penyakit sistem reproduksi manusia, alangkah bijaksana bila kita sendiri melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya infeksi penyakit sistem reproduksi. Terlebih pada orang-orang yang memiliki resiko tinggi terkena penyakit-penyakit ini, langkah-langkah pencegahan harus dilakukan. Berikut ini langkah-langkah pencegahan infeksi sistem reproduksi pada manusia.

  1. Menjaga kesetiaan kepada pasangan sehingga tidak melakukan hubungan seks bebas atau berganti-ganti pasangan.
  2. Bagi mereka yang beresiko terkena penyakit ini, sebaiknya selalu memakai kondom ketika berhubungan seks.
  3. Bagi mereka yang menyalahgunakan obat-obatan terlarang, sebaiknya menghentikan pemakaian jarum suntik secara bersama-sama.
  4. Bagi para tenaga medis, pastikan memakai sarung tangan lateks setiap kali melakukan kontak dengan cairan tubuh manusia dan hanya menggunakan jarum suntik untuk satu kali pemakaian saja.
  5. Khusus untuk penyakit  keputihan dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ reproduksi, menghindari penggunakan wewangian di organ reproduksi, menggunakan pakaian dalam berbahan katun agar organ reproduksi tidak lembab dan menghindari pemakaian pakain dalam yang terlalu ketat. Keputihan juga dapat disebabkan  penularan penyakit seksual dari pasangan

Nah, semoga ulasan singkat ini menambah wawasan Anda sehingga dapat lebih waspada terhadap penyakit-penyakit yang dapat menyerang sistem reproduksi manusia. Melakukan langkah-langkah pencegahan agar tidak terkena penyakit-penyakit ini tentu lebih baik daripada mengobatinya.