+62-857-996-96-045 info@jogjait.com

Seperti halnya membuat resume, Curriculum Vitae (CV) dan surat lamaran, sebuah portfolio perlu disusun dengan seksama sehingga layak untuk diperhatikan. Bahkan portfolio membutuhkan waktu penyusunan yang lebih lama daripada sebuah resume, CV atau surat lamaran. Waktu yang terbaik untuk menyusun sebuah portofolio adalah saat ini. Jangan menunggu perusahaan atau calon konsumen memintanya dari Anda. Dengan demikian Anda memiliki waktu yang cukup untuk menghasilkan sebuah portfolio yang layak.

Sebuah portfolio akan menggambarkan perjalanan diri Anda dalam bidang yang Anda tekuni. Karena itu penyusunan portfolio tidak pernah berakhir. Anda selalu bisa menambahkan atau memperbaharui portfolio seiring dengan perjalanan karir yang Anda tapaki.

Dalam penyusun sebuah portfolio ada tahapan awal yang harus Anda lakukan. Tahapan awal ini meliputi penentuan tujuan dan menyusunan master portfolio.

  • Penentuan tujuan

Seperti telah dijabarkan di atas, portfolio bisa digunakan untuk beragam keperluan. Tetapi untuk menghasilkan portfolio yang terfokus pada sasaran yang hendak Anda raih sebaiknya tentukan terlebih dahulu tujuan pembuatan portfolio Anda. Portfolio untuk mendapatkan beasiswa tentu berbeda dengan portfolio untuk melamar pekerjaan atau portfolio untuk menjaring konsumen. Bila tujuan telah ditentukan, Anda pun menjadi lebih mudah untuk menyeleksi karya-karya yang hendak dimasukkan ke dalam portfolio. Dengan seleksi seperti ini, tujuan yang hendak Anda bidik juga akan lebih mudah tercapai.

  • Mengumpulkan hasil karya

Keunikan dan kreativitas dalam karya-karya Anda adalah kunci sukses menjual diri melalui portfolio. Karena itu pula, penyusunan portfolio membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Anda harus menggali kembali seluruh karya-karya yang pernah Anda buat untuk kemudian diseleksi. Sangat baik bila proses mengumpulkan karya-karya ini sudah dimulai sejak duduk di bangku kuliah atau sejak menekuni suatu bidang tertentu sehingga Anda tidak perlu bersusah payah mencari-cari lagi karya-karya yang pernah Anda buat. Anda tinggal menyeleksi karya terbaik untuk dimasukkan ke dalam portfolio.

  • Membuat master portfolio

Master portfolio ini berisi seluruh hasil karya dan dokumen-dokumen pedukung yang Anda miliki. Anda bisa mulai mengumpulkan materi master portfolio mulai saat ini juga, tak perlu menunggu ketika Anda membutuhkannya. Master portfolio bukanlah portfolio yang akan Anda berikan kepada pihak lain. Master portfolio ini cukup Anda simpan sendiri sebagai dokumentasi. Nantinya dari master portfolio inilah Anda dapat menyeleksi materi untuk membuat portfolio yang secara spesifik akan membidik tujuan tertentu. Misalnya saja jika Anda seorang fotografer dan sedang membidik sebuah lowongan pekerjaan fotografer fashion, maka Anda bisa menyeleksi foto-foto bertemakan fashion dari master portfolio sehingga portfolio yang dihasilkan mampu menonjolkan kemampuan Anda dalam bidang fotografi fashion.

Nah, bila tahapan awal telah selesai Anda lakukan, selanjutnya barulah Anda masuk ke tahapan pembuatan portfolio. Ada dua format penyajian portfolio yang bisa Anda pilih yakni portfolio format cetak dan portfolio format digital. Format cetak lebih awal dikenal, sedangkan format digital muncul seiring dengan perkembangan teknologi. Masing-masing format ini memiliki kekurangan dan kelebihan. Anda bisa memilih salah satu format tersebut atau membuat kedua-duanya sesuai dengan kebutuhan.